Bertahan dari Serangan Fintech

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) beberapa waktu belakangan, memberikan perhatian lebih kepada BPR dan BPRS. Dalam hal ini OJK mendorong Bank Perkreditan Rakyat (BPR)  untuk bisa beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang ada sehingga bisa mengikuti sesuai dengan kebutuhan masyarakat, Ketua Dewan Komisioner OJK mengungkapkan bahwa tantangan yang akan dialami BPR sangatlah besar, persaingan BPR ini akan datang dari berbagai jenis lembaga keuangan dari yang skala kecil maupun besar. Pihak BPR harus mewaspadai tren layanan keuangan berbasis teknologi (financial technology/fintech) yang ada di kalangan masyarakat saat ini, karena BPR juga harus bisa menyediakan produk yang tidak kalah dengan yang lain, maka dari itu BPR akan melakukan peningkatan dari segi layanan mereka.

Penambahan Konten Teknologi

BPR juga diharapkan bisa menjadi sumber keuangan yang nyata bagi seluruh masyarakat, dan disamping itu dengan adanya pembaharuan di BPR yang menjadi lebih modern diharapkan semakin banyak masyarakat yang akan menggunakan BPR ini, dengan harapan juga BPR ini bisa memasuki pasar perdangan yang ada dan bisa masuk ke sektor informal, dan dengan adanya konten teknologi ini, pihak BPR berharap dapat memberikan kemudahan untuk para nasabahnya.

Sesuai dengan adanya peraturan dari OJK, BPR dan BPR Syariah diwajibkan memiliki teknologi informasi untuk mempermudah kegiatan usahanya, minimal sudah dibekali dengan Core Banking System dan Datacenter, dimana Core Banking System ini adalah aplikasi untuk melakukan proses transaksi yang terjadi setiap harinya termasuk seluruh fungsi nasabah, pinjaman, simpanan, dan pelaporan transaksi yang terjadi, dan Datacenter sendiri adalah untuk back up data transaksi yang terjadi setiap harinya.

Terkait dengan pengembangan teknologi yang ada di BPR dan BPR Syariah ini salah satu teknologi modern yang turut berperan dalam melakukan pengembangan teknologi BPR adalah teknologi cloud computing, tentu dari tahap pengembangan akan adanya pengenalan teknologi ini lalu akan melakukan implementasi, dan setelah itu akan adanya melakukan evaluasi untuk melakukan pengambangan lagi.

Datacomm Cloud Business selaku penyedia layanan TI terkemuka di Indonesia, siap membantu BPR dan BPRS dalam mengembangkan teknologi terkini sehingga BPR dan BPRS mampu untuk bersaing dan memberikan layanan prima bagi nasabahnya.

Referensi : tirto.id

  • Hands On Kubernetes Workshop
    Mengatur dan mengelola container memang bukanlah sebuah hal yang mudah, dibutuhkan skill yang memumpuni, serta management container yang lebih terotomisasi dan policy-driven untuk dapat melakukannya. Maka dari itu K8S hadir …
  • Perbandingan Zerto Site Recovery Manager & Replikasi vSphere
    Disaster Recovery di Era Virtualisasi Virtualisasi telah membuat Disaster Recovery menjadi sangat tidak rumit bagi perusahaan, besar dan kecil. Faktanya, bukanlah hal yang berlebihan untuk mengatakan bahwa virtualisasi telah membuat …
  • Microservices Adalah dan Perbedaan Monolithic Architecture
    Memanfaatkan Teknologi Microservice & Container untuk memodernisasi aplikasi menuju Cloud Native Arsitektur di Era Digital. Microservices adalah suatu framework Architecture yang dipakai sebagai model dalam pembuatan aplikasi cloud yang modern. Di …
  • Cara Kerja Kubernetes Adalah, Keuntungan, Arsitekur, Komponen
    Apa yang anda perlu ketahui tentang Kubernetes, keuntungan yang bisa di dapat dan bagaimana dengan arsitektur, komponen dan cara kerjanya. Apa itu Kubernetes (K8S) dan bagaimana cara kerjanya? Kubernetes adalah sebuah open …
  • Monolithic to Cloud Native – Microservices Migration Strategy
    Langkah yang harus di ambil untuk bisa memigrasikan Monolitik aplikasi ke Cloud Native arsitektur. Sebelum memulai dalam memodernisasi aplikasi Monolithic anda yang lama, sebaiknya anda memulai dulu dari mendalami lebih …