Dampak Cloud Computing Terhadap Lingkungan

 Dampak Cloud Computing dan Perkembangan Teknologinya

Perkembangan bisnis pada masa kini kian tumbuh sedemikian pesat. Berbagai perusahaan saling bersaing untuk dapat menghasilkan layanan serta kegiatan operasional bisnis mereka dengan cara yang terbaik. Tidak sedikit dari perusahaan-perusahaan yang ada memanfaatkan teknologi informasi untuk dapat memberikan dampak positif bagi kelangsungan bisnis yang berjalan. Hal itu bertujuan untuk meningkatkan efisiensi perusahaan sehingga menghasilkan profit yang signifikan. Salah satu penggunaan teknologi yang kerap digunakan untuk berbagai perusahaan tersebut untuk mengoptimalkan bisnis yang dijalankannya adalah teknologi Cloud Computing. Teknologi ini sudah berkembang sejak tahun enam puluhan bersamaan dengan perkembangan internet.

 

Pada dasarnya, Cloud merupakan sebuah metafora dari awan yang dalam hal ini sering diartikan sebagai internet. Lebih lanjut, Cloud Computing adalah cara penggunaan sumber daya komputer dengan model bisnis sewa atau bayar sesuai dengan pemakaian, tanpa pengelolaan aktif secara langsung dari pengguna. Dimasa revolusi industri 4.0 teknologi Cloud Computing ini telah merambah ke dalam dunia bisnis yang sekaligus melakukan evolusi dari model bisnis itu sendiri. Dengan adanya Cloud Computing ini, model bisnis menjadi terdesentralisasi yang ditandai dengan pemrosesan teknologi informasi dan komunikasi mengalami peningkatan yang signifikan. Hal ini tentunya menguntungkan bagi pelaku bisnis yang sedang menjalankan proses bisnis untuk mengembangkan usaha yang mereka jalankan. Dengan adanya sistem yang terdesentralisasi, memungkinkan proses komunikasi dapat dilakukan menjadi lebih baik serta bisnis dapat diperluas, sehingga bisnis secara langsung mampu memperluas jangkauan ke pasar serta memudahkan untuk mengirim informasi yang dibutuhkan oleh calon customer.

 

Signifikansi dan Dampak Cloud Computing terhadap Lingkungan

Seperti yang dijelaskan diatas, Cloud Computing memiliki tingkat efisiensi untuk bisnis secara signifikan bahkan apabila dibandingan dengan yang ada pada kapasitas komputasi lokal. Bukan hanya efektif dan efisien, teknologi Cloud Computing membawa pengaruh yang positif terhadap lingkungan. Berdasarkan penelitian yang dirilis pada tahun 2013 yang didanai oleh Google, apabila memindahkan prangkat lunak yang umum digunakan ke Cloud, maka akan menyebabkan pengurangan energi sebesar 87%. Lebih jauh lagi, teknologi Cloud Computing ini juga merupakan pendukung utama bagi pekerjaan rumahan dan jarak jauh, sehingga dapat mengurangi kebutuhan untuk bepergian dan oleh karena itu dapat menyebabkan kurangnya emisi emisi karbon.

Berdasarkan laporan Google, selama 2010-2018 jumlah pemrosesan komputer di pusat datannya telah meningkat sebesar 550%, akan tetapi jumlah energi yang dikonsumsi hanya tumbuh 6%. Jika pertumbuhan permintaan dan penghematan efisiensi secara luas seimbang maka dimungkinkan untuk memberikan proyek pertumbuhan kapasitas pusat data tanpa meningkatkan kebutuhan energi secara signifikan. Dari fenomena tersebut, dapat kita ketahui bahwa teknologi Cloud Computing ini memiliki dampak positif terhadap lingkungan. Beberapa peran Cloud Computing terhadap perubahan iklim diantaranya adalah:

 

  1. Infrastruktur TI yang Ramah Lingkungan

Penggunaan teknologi Cloud Computing menjadi lebih efisien karena tidak perlu membeli ataupun melakukan proses instal pada software yang mahal, hal itu disebabkan karena teknologi ini sudah ter-instal secara otomatis secara online dan mampu dijalankan darimana saja menggunakan jaringan internet. Teknologi Cloud Computing menawarkan penyimpanan virtual tanpa batas apabila dibandingan dengan server ataupun hard-drive yang terdapat batasan-batasan dalam hal penyimpanan.

Selain itu, penggunaan infrastruktur berupa datacenter pada teknologi Cloud menjadi bagian penting bagi suatu perusahaan untuk dapat menyimpan keseluruhan data-data yang krusial. Migrasi perusahan untuk menyimpan data yang dimilikinya dengan menggunakan teknologi Cloud dapat dianggap menjadi sebuah upaya suatu perusahaan untuk melakukan kegiatan bisnis mereka menjadi ramah lingkungan. Hal itu disebabkan oleh karena penggunaan teknologi hardware dan software Cloud Computing yang digunakan dalam suatu datacenter menjadi elemen pendukung secara keseluruhan yang berperan untuk membantu masing-masing datacenter meningkatkan efisiensi kerja dengan menggunakan energi yang minim.

Sebagai contoh, saat ini pada masing-masing chip server bertenaga dapat mengakomodasi hingga 60 miliar transistor. Sementara kinerja chip tersebut mampu melampaui standar kinerja industri hingga 20%, dimana chip tersebut mampu menghasilkan kenaikan rasio efisiensi energi hingga 50%. Server saat ini dalam proses perancangan untuk mendukung infrastruktur cloud-native secara lebih efisien, seperti software pendukung aplikasi komputer yang tidak menggunakan server fisik. Hal ini memungkinkan server dapat digunakan untuk komputasi AI, membuat data berskala besar lebih hemat biaya saat digunakan.

Saat ini, sistem operasi Cloud dapat mengintegrasikan puluhan ribu server di berbagai penjuru dunia ke dalam satu superkomputer, dengan momen puncak pemrosesan secara langsung sebesar 3,63 TB per detik. Hal tersebut menyebabkan naiknya pemanfaatan sumber daya server sebesar 10% hingga 40%, yang juga berperan secara signifikan dalam mengurangi biaya. Oleh sebab itu, dapat dilihat bahwa kinerja datacenter menjadi lebih ramah lingkungan, andal, dan tentunya keamanannya tidak lagi diragukan.

 

  1. Penggunaan Energi yang Efisien

Penggunaan energi pada datacenter juga memungkinkan untuk menerapkan prinsip-prinsip ekonomi sirkular. Hal tersebut dibuktikan melalui daur ulang sejumlah besar limbah panas yang dihasilkan oleh server. Beberapa datacenter ramah lingkungan menjadi pionir melalui kemajuan teknologi pendingin air. Metode ini mampu melakukan pendinginan tanpa biaya dari 90% waktu pengoperasian datacenter, menurunkan konsumsi energi hingga lebih dari 80% dibandingkan dengan pendinginan mekanis.

Hal lain yang juga digunakan adalah dengan melakukan teknologi pendinginan dengan melakukan perendaman server. Pada skenario ini, server direndam dalam cairan pendingin terisolasi dan panas yang dihasilkan langsung diserap oleh cairan pendingin yang bersirkulasi. Tindakan pendinginan non-mekanis ini dapat menghasilkan penghematan energi lebih dari 70% dibandingkan dengan pendinginan mekanis tradisional.

Lebih lanjut, suatu datacenter juga dapat menarik manfaat dari kemajuan yang telah dihasilkan oleh teknologi pompa panas. Teknologi ini dapat digunakan untuk memasok panas ke jaringan pipa pemanas perkotaan, dan secara tidak langsung memasoknya ke lebih banyak perusahaan dan penduduk.

 

Apakah teknologi Cloud Computing benar-benar ramah lingkungan?

Terlepas dari inisiatif yang sedang berlangsung, serta berbagai kelebihan dalam bidang lingkungan, akan tetapi faktanya menunjukan bahwa teknologi Cloud Computing saat ini belum mencapai nol karbon dan oleh karena itu biaya lingkungan harus dibandingkan dengan manfaatnya. Pada dekade mendatang akan terlihat bahwa pertumbuhan permintaan yang berkelanjutan untuk menciptakan penyimpanan data massal yang efektif dan kapasitas pemrosesan. Oleh karena itu penting adanya teknologi Cloud yang menggunakan datacenter ramah lingkungan. Akan tetapi masih belum jelas apakah pertumbuhan permintaan akan melebihi peningkatan efisiensi energi, dan dengan demikian apakah jejak energi datacenter akan tumbuh atau justru stabil. Inilah sebabnya mengapa sangat penting bagi perusahaan besar untuk berinvestasi dalam teknologi penyimpanan dan pendinginan generasi berikutnya untuk mengatasi pertumbuhan permintaan yang diharapkan. Idealnya, ini akan berjalan seiring dengan investasi berkelanjutan dalam energi terbarukan, meminimalkan dampak lingkungan dari emisi dari sektor ini seiring berkembang pesatnya teknologi Cloud ini.

Datacomm Cloud Business sebagai Cloud Server Provider telah meluncurkan datacenter terbarunya. Gedung Data Center Datacomm memiliki luas lahan sekitar 8.000 m2 dan luas bangunan sebesar 6718 m2 dilengkapi dengan power house yang terpisah dari Gedung data hall, dengan kapasitas listrik sebesar 10 MW untuk mendukung 32 unit containment dimana masing-masing containment terdiri dari 18 IT rack sehingga totalnya lebih dari 500 IT racks datacenter Datacomm menggunakan cold isle containment guna meningkatkan efisiensi pendinginan IT load di dalam rack containment, dan dirancang sesuai standar ANSI/TIA 942B Rated III. Gedung ini juga dilengkapi dengan system keamanan sesuai standar TIA 942 rated III. Dengan teknologi dan standardisasi yang digunakan menjadikan gedung datacenter Datacomm yang baru ini menjadi lebih ramah lingkungan.

Dapatkan konsultasi gratis mengenai teknologi Cloud Computing di sini.

 

Referensi:

  • Dampak Cloud Computing Terhadap Lingkungan
     Dampak Cloud Computing dan Perkembangan Teknologinya Perkembangan bisnis pada masa kini kian tumbuh sedemikian pesat. Berbagai perusahaan saling bersaing untuk dapat menghasilkan layanan serta kegiatan operasional bisnis mereka dengan cara …
  • Kenali Perbedaan Antara IaaS, SaaS dan PaaS
    Cloud computing telah menjadi lifeline dari semua jenis perusahaan – baik besar maupun kecil. Melalui cloud computing, perusahaan dapat berbagi sumber daya virtual tak terbatas yang ada pada cloud. Layanan …
  • Pro-Cons Cloud Computing
    Pro-Cons Cloud Computing Berbagai macam layanan cloud computing yang tersedia saat ini akan mengejutkan bahkan para visioner di Amazon yang menemukan kembali konsep infrastruktur sewaan untuk era internet hampir 15 …
  • Pengertian Multi Tenant Cloud
    Multi Tenant cloud adalah arsitektur cloud computing yang memungkinkan customer dapat berbagi sumber daya komputasi di public atau private cloud. Data masing-masing penyewa terisolasi dan tidak akan terlihat oleh penyewa …
  • Menghitung Ukuran Layanan Cloud
    Sebagian besar perusahaan terkadang tidak cukup memperhatikan pemilihan VM selama penerapan aplikasi di layanan  cloud sehingga dapat menaikkan biaya. Ikuti langkah-langkah ini untuk menentukan ukuran VM yang tepat dan tetap …