Datacenter Indonesia

Pertumbuhan pengguna internet dan data di Indonesia

Pertumbuhan pengguna terus meningkat, bagaimana dengan pertumbuhan datacenter Indonesia?

 

Datacenter Indonesia

Di antara negara-negara ASEAN lain, Indonesia memiliki jumlah yang terbesar dalam segi populasi, pelanggan seluler dan internet. Saat ini, Indonesia mengalami pertumbuhan yang signifikan dalam hal pengimplementasian ekonomi digital. Meskipun secara pertumbuhan penggunaan internet dan implementasi ekonomi digital yang pesat dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lainnya, namun  saat ini belum diimbangi dengan kapasitas  pusat data yang terpasang secara mumpuni.

Dibandingkan lima negara utama ASEAN yakni Thailand, Singapura, Malaysia, Vietnam, dan Filipina, porsi kapasitas datacenter yang terpasang di Indonesia hanya sekitar 12,7% saja. Maka dari itu pertumbuhan industri data center yang ada di Indonesia masih tergolong lambat jika dilihat dari segi jumlah penduduk yang ada.

Hal ini sangat disayangkan mengingat pertumbuhan digitalisasi di Indonesia yang mengarah pada tren positif, tidak diiringi dengan penggunaan datacenter yang masif. Padahal ini merupakan sebuah potensi yang sangat menjanjikan. Tercatat bahwa jumlah pengguna internet Indonesia mencapai 73,7% dari total penduduk penduduk yang berjumlah 277,7 juta orang pada awal 2022. Dengan melihat pangsa pasar yang sebesar itu, tentunya membutuhkan dukungan pusat data dengan jaringan yang andal, cepat, dan stabil.

 

Pengertian, cara kerja, dan mengapa itu penting?

Datacenter atau pusat data merupakan fasilitas yang terdiri dari komputer jaringan, sistem penyimpanan, dan infrastruktur komputasi yang digunakan oleh suatu organisasi untuk merakit, memproses, menyimpan, dan menyebarkan data dalam jumlah besar. Sebuah bisnis biasanya sangat bergantung pada aplikasi, layanan, dan data yang terkandung didalamnya. Hal ini merupakan aset penting untuk kegiatan operasional bisnis sehari-hari. Pusat data pada suatu perusahaan sendiri juga mampu menggabungkan beberapa fasilitas untuk mengamankan dan melindungi sumber daya cloud computing serta berbagai sumber daya internal di lokasi.

Komponen pusat data meliputi sejumlah perangkat keras komputasi, peralatan jaringan seperti router, sistem keamanan, penyimpanan, sistem manajemen termasuk perangkat lunak dan aplikasi dan peralatan manajemen daya, serta power suply yang tidak pernah terputus. Beberapa komponen tersebut saling berkesinambungan untuk membuat datacenter tetap bekerja. Lebih lanjut, komponen-komponen yang telah disebutkan itu terhubung secara internal dan eksternal melalui jaringan dan peralatan komunikasi untuk menyimpan, mentransfer, dan mengakses informasi digital. Setiap server memiliki prosesor, ruang penyimpanan, dan memori yang mirip dengan komputer pribadi, akan tetapi pusat data ini memiliki daya yang lebih besar dan juga menggunakan perangkat lunak untuk mengelompokkan server dan mendistribusikan beban kerja di antara mereka.

Dengan menggunakan teknologi cloud computing, mampu merampingkan operasi data dan membuat komputer jauh lebih efisien dan hemat biaya. Perusahaan yang menggunakan teknologi cloud computing dapat menghabiskan lebih sedikit sumber daya fisik dan infrastruktur, dan menawarkan lebih banyak fleksibilitas jarak jauh serta mampu mendapatkan redundansi yang lebih besar.

Berbagai fasilitas yang ada pada pusat data memungkinkan suatu organisasi untuk mengumpulkan sumber daya dan infrastrukturnya untuk kegiatan komprehensif yang meliputi pemrosesan, penyimpanan, dan komunikasi data dan mencakup hal-hal seperti:

  • Sistem untuk menyimpan, berbagi, mengakses dan memproses data di seluruh organisasi.
  • Infrastruktur fisik untuk mendukung pengolahan data dan komunikasi data.
  • Utilitas seperti pendingin, listrik, akses keamanan jaringan dan pasokan listrik tak terputus (UPS).

Setelah mengetahui pengertian dan cara kerjanya, mungkin muncul pertanyaan di benak kita mengenai alasan mengapa kita perlu menggunakan ini daripada menyimpan seluruh data-data dan segala bentuk informasi yang kita simpan di dalam server kita sendiri. Sebenarnya, memiliki pusat data itu penting untuk digunakan adalah karena sesederhana semua orang menggunakan data.

Dari pengguna individu seperti Anda hingga perusahaan multinasional, mungkin aman untuk mengatakan bahwa setiap orang mungkin pernah menggunakan layanan yang disediakan oleh datacenter di beberapa titik kehidupan mereka. Baik itu untuk mengirim email, berbelanja online, bermain video game, atau sekadar menjelajahi media sosial, setiap byte yang Anda simpan secara online disimpan di pusat data.

Lebih lanjut, untuk perusahaan menengah dan besar, memiliki pusat data yang menggunakan teknologi cloud dengan cepat menjadi mode penyimpanan data pilihan. Hal ini karena mereka jauh lebih aman daripada menyimpan informasi dengan perangkat keras tradisional. datacenter cloud menawarkan perlindungan keamanan yang ditingkatkan seperti firewall, dan komponen backup jika terjadi pelanggaran keamanan.

 

Pertumbuhan Datacenter Indonesia

Sebenarnya, Indonesia berpotensi untuk menjadi pusat data di Asia. Berbagai kalangan mulai dari para konglomerat yang merambah pasar ke pusat data seperti Lippo Group hingga Ciputra. Bukan hanya pemain lokal, namun juga perusahaan teknologi raksasa seperti Google hingga Alibaba menempati perhatian yang besar terhadap industri datacenter di Indonesia. Merespon potensi pertumbuhan tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) juga turut serta membangun pusat data nasional di empat lokasi Indonesia.

Dirjen Kominfo, Usman Kansong menegaskan kembali bahwa peluang dari jumlah penduduk Indonesia itu yang sebenarnya menjadi daya tarik. Dia mengatakan bahwa apabila hyperscaler datang ke Indonesia, otomatis mereka butuh tempat data yang besar juga, ibaratkan seperti mata rantai yang saling berhubungan satu sama lain. Permintaannya bukan hanya dari sisi konsumsi masyarakat namun juga terdapat di sisi hyperscaler yang membutuhkan pusat data dalam cakupan yang besar.

Melihat potensi yang besar ke depan prospek industri pusat data di Indonesia dapat terus berkkembang. Terlebih lagi pada masa setelah pandemi yang ditandai dengan penggunaan aplikasi berbasis daring seakan menjadi kebutuhan utama masyarakat, mulai dari belajar, bekerja, beribadah, hingga berbelanja. Dengan banyaknya aplikasi digital dan kebutuhan teknologi berkembang pesat di tengah persaingan bisnis, kehadiran datacenter di Indonesia memiliki potensi menjadi industri berskala besar.

 

Datacenter baru milik datacomm

Pembangunan datacenter baru milik Datacomm Diangraha di atas lahan seluas ribuan meter telah dinilai secara independen dan terbukti memenuhi persyaratan ANSI/TIA-942-B-2017 Rated-3 yang memiliki lebih dari 500 IT rack dan akan menjadi pelengkap yang telah dimiliki oleh Datacomm, sekaligus sebagai bukti keseriusan Datacomm untuk menyediakan layanan infrastruktur terbaik di negeri ini. Ketahui lebih banyak tentang datacenter baru Datacomm melalui https://datacommcloud.co.id/new-datacenter/

Sumber:

  1. IDX Channel
  2. Kata Data
  3. MUO
  4. Medcom
  5. VMWare
  • Datacomm Raih VMware Cloud Verified
    “Ini menjadi bukti bahwa Datacomm mampu memberikan layanan infrastruktur yang robust, transparent, dan reliable.” ungkap Robert Kayatoe, Cloud Sales Leader VMware Cloud Provider Program (VCPP) Di era digital ini, banyak …
  • Datacenter Indonesia
    Pertumbuhan pengguna internet dan data di Indonesia Pertumbuhan pengguna terus meningkat, bagaimana dengan pertumbuhan datacenter Indonesia?   Di antara negara-negara ASEAN lain, Indonesia memiliki jumlah yang terbesar dalam segi populasi, …
  • Virtualisasi Cloud Computing
    Virtualisasi Cloud Computing Adalah Virtualisasi merupakan sebuah proses abstraksi yang mengacu pada proses abstraksi yang berasal dari sumber daya computer, dimana teknik yang dilakukan adalah menyembunyikan karakteristik fisik serta mengubahnya …
  • Cloud Native dan Keunggulannya
    Dewasa ini, adopsi teknologi cloud menjadi suatu hal yang banyak dilakukan oleh perusahaan. Seiring dengan perkembangannya, teknologi cloud ini bukan lagi mengandalkan pada konsep cloud secara konvensional atau yang biasa …
  • Cloud Indonesia di New Normal
    Cloud Indonesia di masa New Normal Setelah lebih kurang 2 tahun lamanya “terkurung” akibat pandemi COVID-19, akhirnya pada tanggal 25 Mei 2022, Datacomm Cloud Business kembali menggelar acara seminar tatap …