Hospitality Revolution In Digital Era

Sutedjo Tjahjadi, Managing Director Datacomm Cloud Business, hadir sebagai narasumber dalam “HUT Hotel Information Technology Association (HITA) Banten” yang pertama yang diadakan di Mercure Hotel Alam Sutra Serpong, Minggu 15 Maret 2020. Pada kesempatan tersebut, Sutedjo menjabarkan beberapa manfaat teknologi cloud yang  mampu menjawab permasalahan yang biasa dihadapi oleh tim IT di industri perhotelan atau hospitality.

Pada materi awal, Sutedjo menjelaskan secara singkat mengenai Datacomm Cloud Business serta layanan apa saja yang di berikan oleh Datacomm. Dilanjutkan dengan penjelasan mengenai proses transformasi digital dalam dunia industri dari masa ke masa, mulai dari industry 1.0 sampai industry 4.0. Industry 1.0 dimulai pada abad ke-18, ditandai dengan penemuan mesin uap yang digunakan untuk proses produksi barang. Sejak saat itu, perkembangan di dunia industri terus melaju pesat hingga saat ini dimana tren yang ada menggabungkan teknologi otomatisasi dengan teknologi komputasi awan (cloud computing). Hal tersebut mencakup Internet of Things (IoT), Cloud Computing, dan Artificial Intelligence (AI).

Sutedjo melanjutkan dengan memaparkan manfaat utama dari transformasi digital dalam hospitality industry antara lain menurunkan biaya investasi teknologi, meningkatkan alur komunikasi, dan pihak hotel mampu mengetahui customer behaviour melalui integrasi antar sistem. Lebih lanjut Sutedjo mengatakan ada 4 kunci utama dari tren transformasi digital pada industri perhotelan, yakni adanya smart rooms untuk meningkatkan pelayanan terhadap konsumen selama menginap, virtual reality untuk membantu konsumen merasakan suasana hotel sebelum melakukan check-inartificial intelligence berupa chat bot untuk membantu melayani pertanyaan-pertanyaan dari konsumen secara cepat dan akurat, serta adanya integrasi pada perangkat mobile untuk memberikan kemudahan bagi tiap konsumen dalam melakukan pemesanan kamar, check-in dan check-out, penjadwalan travel, billing, serta dalam layanan kamar seperti pemesanan makan, laundri, dan lainnya.

Di akhir pembahasan, Sutedjo menyebutkan keuntungan-keuntungan yang bisa didapatkan ketika menggunakan teknologi cloud antara lain adalah elasticity di mana konsumen dapat dengan mudahnya meningkatkan atau menurunkan kapasitas IT, security – konsumen tidak perlu lagi memikirkan keamanan dari infrastruktur sistem mereka karena hal itu menjadi tanggungjawab dari penyedia layanan, pay as you use – konsumen hanya membayar sesuai dengan resource yang mereka gunakan saja, dan tingkat availability yang memiliki SLA sebesar 99.9%.

Sebelum menutup presentasinya, Sutedjo mempersilahkan kepada audience yang hadir untuk bertanya. Dalam diskusi yang hangat tersebut, Sutedjo menjelaskan bagaimana sistem keamanan yang dimiliki oleh cloud computing dan juga penjelasan bagaimana perbandingan cloud service model mulai antara on-premisesInfrastructure as a Service (IaaS)Platform as a Service (PaaS), Software as a Servicedan  (SaaS). Sehingga dengan penjelasan tersebut, diharapkan tidak ada lagi kekhawatiran akan kehilangan data ataupun adanya pencurian data baik dari pihak ketiga dan/atau penyedia layanan cloud computing.