Kenalkan Microservices di Pekan Industri 4.0

Selain memfokuskan diri sebagai perusahaan yang berorientasi pada profit, Datacomm Cloud Business juga turut ambil bagian untuk membantu mencerdaskan bangsa pada bidang cloud computing. Oleh karena itu, Sutedjo Tjahjadi, Managing Director Datacomm Cloud Business hadir dalam seminar “Cloud Computing” pada acara “Pekan Industri 4.0” yang dilaksanakan di Kampus 2 UPN Veteran Yogyakarta,18 Februari 2020. Acara yang diadakan oleh Asosiasi Cloud Computing Indonesia (ACCI) dan Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputer (APTIKOM) ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan baru kepada masyarakat mengenai perkembangan di dunia industri serta teknologi pendukungnya, sehingga masyarakat nantinya siap bersaing di era tersebut. Pada kesempatan ini, Sutedjo mengungkapkan adanya saling keterkaitan antara Digital Transformation dengan Cloud Technology, serta teknologi microservices.

Di awal kesempatan, Sutedjo memaparkan secara ringkas mengenai perkembangan teknologi industri dari masa ke masa, dimulai dari adanya mekanik hingga teknologi internet of things saat ini. Berbeda dengan masa lampau, kini seluruh perangkat telah terkoneksi satu dengan yang lainnya melalui perantara internet. Hal tersebut mencakup Internet of Things (IoT), Big Data Analytic, Cloud Computing, dan Artificial Inteligence (AI).

Sutedjo juga memaparkan mengenai 10 prioritas utama dari Indonesia untuk menghadapi pesatnya perkembangan industri 4.0. Revolusi industri didorong oleh 4 komponen utama, yakni teknologi cloud, big data analytics, social, dan mobility. Keempat komponen tersebut selaras dengan fokus pemerintah Republik Indonesia pada industri 4.0, seperti Internet of Things, robotics and automation, big data & cloud computing, human machine interface, dan advanced production method.

Pada kesempatan yang sama, Sutedjo menjelaskan mengenai metode untuk mempercepat proses pembuatan sistem, yakni microservices. Microservices mampu “memecah” sistem yang kompleks menjadi unit-unit kecil, sehingga ketika dilakukan perubahan pada suatu unit tidak mempengaruhi unit atau proses lainnya. Microservices juga mampu mempercepat gerak tim developer dalam melakukan development, di mana resource code dapat disimpan dalam direktori yang dapat diakses bersama.