Langkah-Langkah Migrasi SAP on Cloud

Migrasi SAP

Sebelum melakukan migrasi SAP ke Cloud, pengguna diharuskan untuk memperhatikan beberapa hal. Lingkungan SAP terdiri dari banyak sistem produksi dan non-produksi yang berbeda. Akibatnya, migrasi ke cloud dapat menjadi rumit dan menghabiskan waktu karena memerlukan pemindahan beberapa sistem, masing-masing dengan basis data dan tingkat aplikasi sendiri. Namun disisi lain, proses bisnis harus tetap berjalan dan memerlukan uptime beberapa sistem, sehingga proses migrasi harus dikoordinasikan dengan baik untuk menghindari gangguan pada bisnis Anda.

Untuk membantu Anda menyederhanakan beban kerja guna mempertahankan konsistensi operasional sementara meminimalkan kurva pembelajaran dan re-tooling saat proses migrasi ke cloud, berikut adalah beberapa langkah dan pertimbahan penting menurut praktisi untuk diingat sebelum, selama dan setelah migrasi cloud SAP.

 

Langkah 1 : Menilai Lingkungan Migrasi dan Mengumpulkan Data Terkait SAP

Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah menilai lingkungan migrasi dan mengumpulkan data-data terkait sistem SAP yang akan di migrasi. Lingkungan SAP terdiri dari banyak sistem dan produk SAP yang berbeda dan setiap produk SAP terdiri dan sistem produksi dan non-produksi. Dalam langkah ini, ada beberapa hal yang harus Anda lakukan:

  1. Kelompokan dan prioritaskan jenis beban kerja untuk sistem SAP yang akan di migrasi :
    • Sistem non-produksi : misalnya development, quality assurance, training, sandbox, dll.
    • Sistem produksi : contoh klasifikasi misalnya 2-tier vs 3-tier, sistem dengan basis data yang mengguanakan solusi pengelompokan pihak ketiga vs basis data tunggal, sistem dengan transfer data lintas sistem yang berat, dan identifikasi layanan NFS.
  2. Pahami ketergantungan aplikasi antar sistem untuk membantu menentukan ruang lingkup migrasi, karena pada umumnya terdapat transfer data dan komunikasi antara sistem SAP. Selain itu, konektivitas jaringan yang jelas juga harus diidentifikasi untuk memastikan migrasi yang lancar tanpa gangguan lintas jaringan. Persyaratan ini termasuk konfigurasi konektivitas TCP/IP sistem SAP, penempatan zona keamanan aplikasi dan basis data, firewall yang perlukan dan aturan akses, dll.
  3. Kumpulkan data kinerja (CPU, memori, penyimpanan, jaringan) selama periode sesuai. Periode tersebut harus mencakup penggunaan puncak misalnya akhir bulan atau penutupan akhir periode akutansi atau aktivitas musiman lainnya. Nantinya, data ini akan berfungsi sebagai input utama untuk ukuran lingkungan cloud hybrid dan menciptakan peluang untuk menghemat sumber daya infrastruktur dan biata lisensi.

Langkah 2 : Desain Hybrid Cloud dan Ukuran Lingkungan

Langkah ini merupakan bagian utama dari proses migrasi. Data yang dikumpulkan pada langkah pertama akan berfunfki sebagai input utama untuk fase ini dimana lingkungan cloud target dirancang dan diukur untuk beban kerja SAP. Pada fase ini, membentuk tim migrasi lintas fungsi yang terdiri SAP administrators DBAs, infrastructure atau administrators, networking & security, dan support & operations sangatlah penting untuk keberhasilan migrasi. Dalam hal ini, SAP adminitrators DBAs harus memengaruhi tahap desain yang mencakup pendifisian model operasional untuk cloud hybrid. Ini melibatka  pemantauan dan pertimbangan cadangan untuk basis data, runbooks yang diperbarui, disaster recovery plans dan dokumentasi operasional lainnya untuk membantu mengoperasikan beban kerja SAP di lingkungan cloud hybrid.

Untuk mengetahui bagaimana evolusi SAP dan proses implementasinya, baca
Evolusi dan Implementasi SAP

Langkah 3 : Mengembangkan dan Menjalankan Rencanana Migrasi Beban Kerja

Pengembangan rencana migrasi beban kerja yang efektif merupakan landasan untuk migrasi yang suskes. Informasi utama dari tim SAP harus mencakup kompleksitas beban kerja bedasarkan pada dependensi basis data SAP memprioritaskan urutan migrasi untuk berbagai database yang berbeda, dengan yang paling kompleks terlebih dahulu. Selanjutnya mengkategorikan beban kerja SAP berdasarkan downtime yang diijinkan (downtime yang berkepanjangan, downtime minimal atau nol downtime). Dan kemudian mendefinisikan pemilik dengan peran dan tanggung jawab yang jelas untuk migrasi.

Set gelombang pertama harus digunakan untuk memvalidasi runbook untuk migrasi, serta menguji pemantauan dan pengelolaan aplikasi dan beban kerja selama migrasi itu sendiri. Anda juga harus memastikan migrasi pilot mencakup validasi kontrol perubahan, pengujian penerimaan pengguna, dan pembaruan dokumentasi.

Pementasan untuk sebagian besar migrasi dalam gelombang berikutnya akan bergantung pada dependensi aplikasi, batas waktu henti, dan perubahan jendela. Anda harus memastikan gelombang sekecil mungkin dengan memanfaatkan teknologi yang tersedia yang sesuai: Live Migrasi, Migrasi Massal, HCX vMotion dengan Replikasi vSphere, dll.

Dan juga pastikan pastikan bahwa alat pemantauan terintegrasi dengan kedua lingkungan dan bahwa pemantauan dan pengelolaan cloud terintegrasi dengan perangkat eksternal sesuai kebutuhan. Pertimbangan jaringan seperti terminasi jaringan yang diperluas, konfigurasi ulang penyeimbang muatan, dan peralatan keamanan pihak ketiga harus didokumentasikan dan dioptimalkan untuk penempatan beban kerja. Data protection dan disaster recovery akan diperlukan setelah semua pengujian penerimaan pengguna selesai.

 

Langkah 4 : Operasikan Lingkungan Hybrid

Untuk dapat memastikan operasi yang sukses dari beban kerja SAP pada platform hybrid baru, alat pemantauan harus dikonfigurasi ulang untuk mengumpulkan data dari lingkungan hybrid. Strategi backup juga harus ditinjau. Dan pembaruan yang diperlukan untuk runbook dan panduan operasional juga harus direncanakan. 

Bagi Anda yang ingin mengetahui solusi SAP on Datacomm Cloud, dapat mengakses tautan berikut : SAP on Datacomm Cloud.

Sumber : Practitioners Quick Reference for SAP Workload Migration

  • SAP Disaster Recovery Plan
    Disaster recovery plan adalah istilah luas yang menggambarkan proses pemulihan sistem, jaringan, dan asset penting IT lainnya yang digunakan oleh suati perusahaan atau organisasi. Mempunyai rencana DR adalah faktor yang …
  • Langkah-Langkah Migrasi SAP on Cloud
    Sebelum melakukan migrasi SAP ke Cloud, pengguna diharuskan untuk memperhatikan beberapa hal. Lingkungan SAP terdiri dari banyak sistem produksi dan non-produksi yang berbeda. Akibatnya, migrasi ke cloud dapat menjadi rumit …
  • Evolusi dan Implementasi SAP
    SAP diciptakan oleh perusahaan yang juga menciptakan ERP yaitu SAP AG di Walldorf, Jerman.  SAP ditemukan oleh lima mantan karyawan IBM yaitu: Dietmar Hopp, Klauss Tschira, Hans-Werner Hector, Hasso Plattner, …
  • Pengertian SAP – Manfaat SAP
    Salah satu tantangan bagi perusahaan yang sedang berkembang adalah meningkatnya produktivitas sehingga perusahaan harus mengoptimalkan efisiensi produksi. Sulit bagi perusahaan untuk mendapatkan efisiensi produksi seperti ketepatan waktu dan keakuratan informasi …
  • Deploying ABAP In Kubernetes
    Blog ini akan menjabarkan mengenai pengalaman dan riset dalam melakukan POC di SAPLinuxLab dengan menerapkan metode container. Aplikasi SAP yang digunakan tersebut diinstall pada Kubernetes. Pada bagian pertama ini akan …