SAP Disaster Recovery Plan

SAP Hana disaster recovery high availability

Sap Hana Disaster Recovery High Availability

SAP Hana disaster recovery high availability adalah istilah luas yang menggambarkan proses pemulihan sistem, jaringan, dan asset penting IT lainnya yang digunakan oleh suati perusahaan atau organisasi. Mempunyai rencana DR adalah faktor yang penting ketika merencanakan pemulihan organisasi atau perusahaan dari bencana apa pun.

Perusahaan atau organisasi dapat membuat situs atau resource internal yang digunakan sebagai sebagai Disaster cluster dan dapat dikelola sendiri, atau menggunakan situs external dengan menggunakan cloud atau penyedia layanan. Pada umumnya perusahan atau organisasi membutuhkan waktu yang cepat untuk dapat memulihkan data kembali dengan menggunakan situs atau resource internal. Naman pada opsi untuk menggunakan layanan cloud sebagai disaster recovery cluster pada saat ini semakin menawarkan respon waktu yang cepat untuk dapat memenuhi tujuan waktu yang pemuliah yang cepat.

Klik “SAP on Cloud” Untuk Informasi DR SAP On Cloud Dari Datacomm yang Full Manage By Team, Secure dan Reliable.

Mengapa Anda butuh SAP Hana disaster recovery high availability?

Bencana karena kegagalan aplikasi, serangan dunia maya, atau musibah apa pun menyebabkan downtime dan kerugian finansial besar-besaran bagi bisnis. Ini membuat bisnis berhenti. Kadang-kadang, kehilangan dan downtime data sangat panjang dan parah sehingga menyebabkan kehilangan reputasi perusahaan yang tidak dapat diperbaiki. Dalam skenario seperti itu, sangat penting untuk mengamankan rencana pemulihan bencana yang kuat. SAP adalah aplikasi misi-kritis. Pemulihan bencana yang handal tidak hanya memastikan penghematan biaya tetapi juga dipandang sebagai strategi bertahan hidup.

Disaster recovery untuk SAP Hana disaster recovery high availability

Di antara berbagai opsi pemulihan bencana, teknologi cloud telah memainkan peran penting, terutama untuk bisnis kecil dan menengah. Opsi pemulihan bencana memberi fleksibilitas pada bisnis untuk dipilih dan direncanakan. Pemulihan bencana di lingkungan SAP mengacu pada menyalin file log basis data.

Informasi yang dikelola oleh SAP disimpan dalam database. Akibatnya, setiap perubahan ke database diwakili dalam log. Ketika Anda mengirim file log ke server yang dialokasikan untuk disasater recovery, Anda dapat mengambil semua informasi saat diperlukan.

Ada dua cara untuk menerapkan recovery plan pada SAP :

  1. Synchronous
    Dalam hal ini, database di situs utama tetap tidak berubah sampai menerima informasi dari situs pemulihan bencana bahwa database di sana diperbarui
  2. Asynchronous
    Di sini basis data di situs utama diizinkan untuk melakukan perubahan terlepas dari perubahan yang diperbarui di situs pemulihan bencana. Perubahan kemudian dikirim ke situs pemulihan bencana menciptakan jeda antara situs utama dan situs pemulihan bencana.

Ketahui Detail SAP dan Manfaatnya Bagi Perusahaan, Klik  “Pengertian dan Manfaat SAP”

Pengertian dari Disaster Recovery dan spesifik Disaster Recovery untuk SAP Hana disaster recovery high availability

SAP HANA sistem merupakan satu platform yg dapat menyimpan dan menganalisa sejumlah data dalam berskala besar baik data-data yang terstruktur maupun data-data yang tidak terstruktur. Pengumpulan data-data ini dapat di lakukan secara real time dari berbagai sumber seperti media sosial, blog, ulasan online, email, dan forum diskusi. Informasi yang di analisa dapat membantu perusahaan untuk menjawab pertanyaan spesifik, meningkatkan pendapatan, dan membuat keputusan yang akurat dan tepat waktu. Data-data yang terakumulasi selama bertahun-tahun menjadi asset yang sangat pending untuk sebuah organisasi. Jika sesuatu terjadi pada data-data tersebut, yang di sebabkan karena bencana alam atau ulah manusia, bisa menyebabkan bisnis bisa terhenti. Dengan memanfaatkan fitur SAP HANA Disaster Recovery dapat menyelamatkan perusahaan dari bencana.

Definisi dari Recovery Time Objective (RTO) & Recovery Point Objective (RPO)

Ada dua istilah penting dalam hal rencana pemulihan bencana: Recovery Time Objective (RTO) dan Recovery Point Objective (RPO):

RTO adalah target waktu yang di tetapkan untuk mengaktifkan aplikasi anda kembali online dan berjalan secara normal setelah terjadi bencana. Tujuannya di sini adalah untuk menghitung dengan cepat berapa banyak waktu yang dibutuhkan untuk sistem SAP anda pulih kembali. Biaya opsi pemulihan bencana bervariasi menurut waktu. Semakin rendah waktu pemulihan, semakin tinggi biayanya. Misalnya, jika RTO organisasi Anda adalah tiga minggu maka Anda mungkin dapat berinvestasi dalam opsi pemulihan yang lebih murah, sedangkan jika empat jam maka Anda memerlukan anggaran yang lebih tinggi dan tingkat persiapan yang tinggi.

Bagaimana Memilih SAP Cloud Provider yang Tepat ? Baca “6 Kriteria SAP Cloud Provider Terbaik”

RPO adalah waktu target di masa lalu dari mana sistem akan dipulihkan. Tujuannya di sini adalah untuk menentukan waktu antara backup data dan jumlah data yang bisa hilang di antara backup selama peristiwa bencana. Waktu pencadangan data bergantung pada berapa lama organisasi Anda mampu beroperasi tanpa data sebelum bencana terjadi. Misalnya, jika organisasi Anda dapat bertahan dengan dua hari kehilangan data, maka RPO cadangan data akan menjadi dua hari.

Analisis biaya menurut RTO dan RPO serta fitur pemulihan bencana SAP HANA ditunjukkan pada berikut Semakin rendah tujuan RTO DAN RPO, semakin tinggi biayanya.

SAP HANA memiliki 3 tipe untuk pemulihan bencana dan solusi dari Datacomm

  1. Backups and recovery – BaaS – Datacomm Backup as a Service
  2. Storage replication – DRaaS – Datacomm Recovery as a Service
  3. System replication – Datacomm Hana System Database Replication

Backups and recovery – BaaS – Datacomm Backup as a Service
Backup data di SAP HANA ditulis ke dalam disk dari memori. Proses ini hanya dapat dilakukan ketika database dalam keadaan online. SAP Hana disaster recovery high availability mendukung 2 metoda data backup sebagai berikut:

  1. Data Backup (savepoint). Proses Data Backup ini mempergunakan asynchronous. Data SQL dan undo log disimpan ke penyimpanan untuk memastikan restart yang cepat. Anda dapat menyesuaikan tengang waktu savepoint antara lima menit.
  2. Log backup (redo log). Ini digunakan untuk merekam perubahan data secara synchronous. Data disimpan ke presitance storage setelahi transaksi dalam database di commit. Alasan untuk penyimpanan log adalah Ketika terjadi kegagalan daya akibat bencana lainnya terjadi, log dapat dijalankan lagi untuk membawa database ke status yang paling benar dan terakhir.

Dengan SAP Hana SPS10 ada dua metoda backup data baru yang dapat di terapkan:

  1. Incremental Backup. Hanya meng-backup data yang berubah pada interval yang telah di tentukan. Karena backup dilakukan pada interval yang se-sering mungkin maka data yang harus backup tidak terlalu besar, dengan demikian process backup data membutuhkan waktu lebih sedikit dan dapat terjadi dengan kecepatan tinggi. Sistem ini memiliki RTO tinggi karena di perlukan restore terhadap untuk memulihkan SAP system jika dibutukan.
  2. Differential Backup – Akan meng-backup delta data yang dilakukan setelah full backup. Ini membutuhkan backup dengan ukuran data yang lebih besar daripada incremental backup dan membutuhkan lebih banyak waktu. Ini memiliki RTO rendah dibandingkan dengan incremental backup karena jumlah backup yang akan dipulihkan lebih sedikit.

Data backup dapat dilakukan dari studio SAP HANA, administrasi basis data (DBA) Cockpit atau dengan menjalankan perintah SQL melalui HDBSQL. SAP HANA HDBSQL adalah command line untuk menjalankan perintah pada database SAP HANA. Otorisasi berikut diperlukan untuk melakukan pencadangan data di SAP HANA: Backup admin atau Catalog read.

Savepoint dan log memainkan peran penting dalam pemulihan sistem setelah terjadinya bencana. Pada saat Database pertama kali di-restart dan kemudian savepoint yg terakhir sebelum terjadi disaster dapat di load ulang. Mungkin terdapat perbedaan data yang besar antara savepoint terakhir dan saat terjadi bencana. Perbedaan data antara dua waktu tersebut bisa dipenuhi dengan menjalankan kembali incremental atau differential backup dan kemudian dengan menjalankan redo-log yang berisi log dari transaksi yang telah dieksekusi. Setelah transaksi dieksekusi ulang, maka database dapat di kembalikan ke status consistent state. Uncommitted transaksi akan di rolled back dengan mempergunakan undo-log sedangkan committed transaksi terikat yang ada di log dapat dijalankan.

SAP juga menyediakan API untuk mendukung backup dan restore sehingga Datacomm cloud backup – Cloud backup as a service bisa di lakukan secara aman dan handal.

Backup and restore lebih penting utk mengembalikan kasus pada saat terjadi kerusakan pada hard disk atau power failure. Biaya back up as a service biasanya tidak sebesar dibanding dari tipe-tipe disaster recovery yang lain. Backup and respore biasa dipakai oleh perusahaan yang tidak membutuhkan RTO yang pendek dan RPO yang besar.

Storage Replication – DRaaS – Datacomm Recovery as a Service

Storage Replication adalah proses of mirroring konten disk dari primer datacenter ke datacenter sekunder yang memiliki SAP HANA sistim yang non aktif. Proses transfer bisa dilakukan dengan synchronus atau asynchronus tergantung pada jarak antara sistem SAP HANA primer dan secondary. Karena jarak antara pusat primer dan sekunder meningkatkan waktu latensi untuk menulis log juga bertambah. Semakin jauh jaraknya, semakin tinggi waktu untuk menyimpan data antar pusat. Ini mengurangi kinerja. Oleh karena itu, transfer sunchronus digunakan untuk jarak yang lebih pendek sedangkan metode asynchronus untuk jarak yang lebih jauh. Synchronous storage replication antara situs primer dan sekunder memastikan kehilangan data nol (RPO = 0). Hal ini memungkinkan perlindungan pusat data terhadap peristiwa seperti pemadaman listrik, kebakaran, banjir, atau angin topan.

Asynchronous storage replication juga dapat digunakan tetapi mungkin saja selama pengambilalihan perubahan yang dibuat terakhir mungkin hilang. Dalam beberapa skenario aplikasi, kerugian ini dapat diterima, yang lainnya tidak. SAP menyarankan Anda menggunakan replikasi synchronus karena memberikan kinerja lebih dan bahkan kemungkinan kehilangan data sekecil apa pun akan dihapus. Karena replikasi berkelanjutan, ia menawarkan RPO yang lebih baik daripada cadangan tetapi membutuhkan bandwidth tinggi dan koneksi latensi rendah antara situs primer dan sekunder. Ini terutama dapat digunakan untuk pemulihan dari kerusakan penyimpanan lokal atau pemulihan setelah bencana.

System Replication– Datacomm HANA System Database Replication.

HANA database system replication mengirimkan semua data ke sistem sekunder yang terletak di situs lain. Setelah replikasi sistem SAP Hana disaster recovery high availability diaktifkan, setiap proses server pada sistem sekunder membuat koneksi dengan mitra utamanya dan meminta snapshot data. Selanjutnya semua perubahan yang dicatat di sistem primer direplikasi terus menerus ke sistem sekunder. Masing-masing bertahan. Presistence transaksi yg di kirim ke log disk di primari sistem akan dikirim ke sistem sekunder. Transaksi di primer sistem tidak akan di committed sebelum log di replicated. Ada beberapa opsi yang tersedia:

  1. Synchronus : Sistem primer tidak melakukan transaksi sampai sistem sekunder mengirimkan pengakuan ke sistem primer segera setelah data diterima dan disimpan.
  2. Synchronous in memory: Sistem primer tidak melakukan transaksi sampai sistem sekunder mengirimkan pengakuan ke primer segera setelah data diterima.
    Asynchronous: Sesuai desain replikasi asynchronous, primer tidak menunggu sampai sekunder mengirimkan pengakuan.
  3. Synchronous full sync: Opsi sinkron dijalankan dengan opsi sinkronisasi penuh. Dalam operasi sinkronisasi penuh, pemrosesan transaksi di situs utama diblokir. Tidak ada transaksi yang akan dilakukan di server utama sebelum dilakukan di server sekunder ketika situs sekunder saat ini tidak terhubung, dan buffer log yang baru dibuat tidak dapat dikirim ke situs sekunder. Perilaku ini memastikan bahwa tidak ada transaksi yang dapat dilakukan secara lokal tanpa pengiriman ke situs sekunder.

SAP Hana disaster recovery high availability database system replication memiliki RTO yang lebih sedikit dan lebih cepat daripada replikasi penyimpanan. SAP Hana disaster recovery high availability menyarankan Anda menggunakan replikasi sinkron karena mungkin ada kehilangan data selama replikasi asinkron.

Manfaat system replication adalah sebagai berikut:

  1. Sistem sekunder dapat digunakan selama shutdown di sistem primer untuk melakukan system maintenance yang telah di rencankan
  2. Sistem sekunder dapat digunakan selama terjadi kesalahan perangkat lunak di sistem primer
  3. Sistem sekunder dapat digunakan saat terjadi bencana
  4. Sistem sekunder dapat digunakan selama crash sistem primer

Logging di sistem sekunder harus dijalankan terus menerus. Sistem sekunder dapat mengambil alih hampir tanpa penundaan, jika sistem primer gagal. Solusi replikasi ini menawarkan RPO dan RTO yang rendah kepada pelangan.

Kunjungi SAP Cloud Migration dan pesan sesi online Anda untuk mendapatkan solusi terbaik untuk sistem SAP Anda.

Datacomm Cloud Business merupakan cloud provider yang dapat menyediakan Disaster Recovery Plan  untuk SAP. Didukung dengan tim yang handal Data Center yang telah tersertifikasi secara internasional, kami berkomitmen untuk mendukung aplikasi SAP Anda agar dapat berjalan sesuai dengan yang Anda inginkan.

Datacomm Cloud Business adalah unit usaha dari PT Datacomm Diangraha yang berfokus pada industri cloud computing.

Source: How to Plan for Disaster Recovery with SAP Hana