Evolusi dan Implementasi SAP

Evolusi dan Implementasi SAP Server Konfigurasi SAP

Evolusi dan Implementasi SAP Server Konfigurasi SAP 

SAP merupakan salah satu software ERP terkemuka dunia yang dikembangkan untuk mendukung suatu organisasi dalam menjalankan kegiatan operasionalnya secara lebih efisien dan efektif. SAP mendukung multi-tugas tingkat tinggi untuk mendukung kegiatan operasional perusahaan. Dengan fungsi yang sangat memudahkan kegiatan operasional perusahaan, untuk itu perlu diketahui mengenai Sejarah SAP sejak awal diciptakan hingga sekarang dan juga seperti apa Implementasi SAP di Indonesia.

 

Sejarah SAP dan Evolusinya

Sejarah SAP pada mulanya diciptakan oleh perusahaan yang juga menciptakan ERP yaitu SAP AG di Walldorf, Jerman.  SAP ditemukan oleh lima mantan karyawan IBM yaitu: Dietmar Hopp, Klauss Tschira, Hans-Werner Hector, Hasso Plattner, dan Claus Wellenreuther. SAP dicipatakan untuk menjawab kebutuhan end to end solusi bagi perusahaan khusunya dibagian finansial, logistic, distribusi, hingga inventaris. SAP memiliki evolusi yang sangat menarik dari produk dasar ke produk yang digunakan hingga saat ini.

SAP memulai perjalanannya sebagai perusahaan kemitraan swasta di bawah Sistem Jerman pada tahun 1972 dengan klien pertama mereka adalah perusahaan kimia di Jerman. Mereka membantu mengembangkan program mainframe untuk proses pengajian dan akuntansi. Sebagaimana yang digunakan IBM untuk menyimpan data pada kartu punch secara mekanis, mereka menyimpannya secara lokal dan dengan demikian mereka menyebut perangkat lunak mereka sebagai perangkat lunak real-time. Dan pada tahun 1973, mereka meluncurkan produk komersial pertama mereka yaitu SAP R1, SAP R2 dan SAP R3.

 

Ketahui Keunggulan SAP on Cloud, Klik “Keuntungan Menggunakan Infrastruktur Cloud Bagi SAP User” .

Dibawah ini adalah diagram bagaimana SAP server infrastruktur berevolusi dan tipe-tipe dari implementasinya:

 

SAP R/1 R/2 R/3

Pada dasarnya SAP memiliki tiga lapisan, yaitu sebagai berikut :

  1. Lapisan presentasi
  2. Lapisan aplikasi
  3. Lapisan penyimpanan

SAP R1 memiliki semua lapisan tersebut dalam satu tingkatan. Hal ini cukup ketika jumlah perhitungan dan data rendah. Akan tetapi, ketika jumlah perhitungan meningkat, sistem R1 akan menjadi lambat. Itu lah sebabnya mereka kemudian memperkenalkan SAP R2. Dalam SAP R2, lapisan presentasi berada dalam tingkat satu dan dua lapisan lainnya berada pada tingkat kedua. Namun, seiring meningkatnya jumlah perhitungan dan data perangkat lunak SAP berevolusi, SAP R2 juga semakin melambat.

Kemudian SAP memperkenalkan SAP R3 sebagai bentuk upgrade dari pendahulunya. Pada SAP R3, setiap lapisan ditempatkan dimasing- masing tier dan pendekatan pemrosesan terdistribusi dan berpengaruh digunakan, sehingga mengikuti tren dari komputasi mainframe ke arsitektur klien/server. Versi terakhir yang digunakan pada SAP R3 adalah versi 4.6c sebelum akhirnya berubah nama menjadi SAP ECC di versi ke 5.0.

Pada versi SAP R1, R2, R3, penyimpanan data masih berjalan on premise atau masih berjalan di dalam server fisik baik itu dari segi perangkat network, datacenter, maupun storage. Oleh karena itu, ketiga versi SAP tersebut masih memiliki ketergantungan pada sumber daya yang sangat besar.

Ketahui Alasan Memindahkan SAP Server ke Cloud, Klik “Pengaruh Infrastruktur Cloud Saat Migrasi SAP” 

SAP ECC (ERP Central Component)

Seiring berjalanya waktu, SAP R/3 juga mulai ditinggalkan. Dengan versi 5.0, SAP R3 mengubah nama menjadi SAP ECC. SAP ECC biasanya diterapkan di perusahaan menengah dan besar dan membentuk dasar SAP Business Suite, yang juga mencakup komponen seperti SAP Customer Relationship Management dan Supply Chain Management. Pada versi SAP ECC terjadi perubahan arsitektur dari versi sebelumnya yaitu SAP R3. Perubahan arsitektur dibuat untuk mendukung arsitektur layanan perusahaan kepada pelanggan transisi ke arsitektur berorientasi layanan.

Pada November 2009, SAP ECC meluncurkan versi terbaru yaitu SAP ECC 6.0 atau biasa disebut SAP HANA. Jika dilihat dari segi arsitekur antara SAP ECC dan SAP ECC 6.0, datacenter yang digunakan pada SAP ECC masih  menggunakan perangkat server fisik (on premise) seperti Intel server, IBM, dan sun solaris server. Pada level operating sistem SAP ECC dapat menggunakan Linux, AIX dan Windows operating sistem. Database pada SAP ECC dapat menggunakan oracle, IBM DB2, dan Microsoft SQL.

Berbeda dengan SAP ECC, datacenter pada SAP ECC 6.0 atau SAP HANA dapat menggunakan layanan cloud infrastructure. Perangkat server yang digunakan dan dapat bekerja secara optimal dengan SAP HANA adalah intel server, dimana untuk saat ini Intel dan SAP telah menjalin kerja sama untuk mengembangakan performance yang lebih dari segi software atau pun hardware kedepannya. Karena datacenter yang digunakan pada SAP HANA bisa berbasis on cloud architecture maka SAP HANA dapat berjalan pada layer virtualisation yaitu menggunakan VMware virtualisation. Sedangkan untuk operating system yang digunakan pada SAP HANA adalah LINUX Suse dan LINUX Redhat.

Seperti kebanyakan aplikasi bisnis tingkat perusahaan, komponen SAP ECC dapat dengan mudah diintegrasikan untuk bekerja bersama. Dalam penggunaan umum, baik modul dan komponen merujuk pada bagian dari program yang dikembangkan secara independen untuk menangani serangkaian proses bisnis yang ditargetkan, misalnya, pengadaan atau akuntansi, yang kemudian dapat diintegrasikan untuk bekerja bersama. ECC terdiri dari 10 komponen inti fungsional dan dua komponen teknis dan dijadwalkan untuk diganti oleh S / 4HANA pada tahun 2025.

Ketahui Alasan Perusahaan Melakukan Migrasi SAP ECC ke SAP S/4 Hana, Klik “Migrasi SAP Hana”

 

SAP S/4 HANA

Kepanjangan dari SAP S/4 HANA adalah  SAP Business Suite 4 SAP HANA, yang berarti bahwa ini adalah versi keempat dari SAP Business Suite, tetapi dirancang untuk berjalan hanya pada SAP HANA. S/4HANA berasal dari SAP HANA yaitu basis data dalam memori yang dirilis pada tahun 2011. SAP menggambarkan S/4 HANA sebagai seperangkat alat ERP yang cerdas yang dibuat khusus untuk komputasi dalam memori.

Seperti Business Suite di HANA, SAP S / 4HANA berjalan di memori, tetapi menambahkan Data Model Simplification. SAP S/4 HANA memberikan penyederhanaan besar-besaran (adopsi pelanggan, model data, pengalaman pengguna, pengambilan keputusan, proses dan model bisnis) dan inovasi (Internet of Things, Big Data, business network, dan mobile-first) untuk membantu bisnis Run Simple di ekonomi digital saat ini.

Ketahui Manfaat Aplikasi SAP Hana Untuk Bisnis Anda, Klik “5 Keuntungan SAP Hana”

Implementasi SAP di Indonesia

Dimulai tahun 1996, SAP mulai digunakan oleh salah satu perusahaan besar di Indonesia. Dan hingga saat ini, perusahaan-perusahaan besar dan menengah di Indonesia sudah mulai banyak yang berhasil mengimplementasikan SAP untuk mendukung proses bisnisnya. Pada tahun 2019, menurut Managing Director SAP Indonesia, Andreas Diantoro, SAP di Indonesia, sudah 80% perusahaan yang mengadopsi SAP sebagai sistem perusahaan. Adapun perusahaan-perusahaan tersebut terbagi menjadi 5 sektor yaitu : perusahaan sektor professional services sebesar 13%, customer services 11%, wholesale services 10%, sektor furniture 7% dan sektor retail sebesar 6%. Selain itu kini SAP juga gencar menyediakan solusi untuk segmen Usaha Kecil Menengah (UKM) yang memiliki potensi untuk berkembang. Menurutnya, sebanyak 75% perusahaan UKM di Indonesia juga sudah mengadopsi solusi SAP.

Dapatkan Tips and Trick Migrasi SAP ke Cloud, Klik “Langkah-Langkah Migrasi SAP on Cloud”

Apakah Anda berminat untuk mengimplementasikan SAP pada perusahaan Anda?

Datacomm Cloud Business merupakan cloud provider yang dapat menyediakan infrastruktur Cloud untuk SAP. Didukung dengan tim yang handal Data Center yang telah tersertifikasi secara internasional, kami berkomitmen untuk mendukung aplikasi SAP Anda agar dapat berjalan sesuai dengan yang Anda inginkan. 

Kunjungi SAP CLOUD MIGRATION dan Pesan Sesi Online Anda Untuk  Mendapatkan Solusi Terbaik Untuk Sistem SAP Anda.

Bagi Anda yang ingin mengetahui solusi SAP on Datacomm Cloud, dapat mengakses tautan berikut : SAP on Datacomm Cloud.

 

Referensi:

  1. ESDS
  2. Tech Target